“Shut my eyes and you know, I’ll be lying right by your side in Barcelona” George Ezra - Barcelona
Bangun tidur
langsung ngcek hidung, sekalian mikir koq ada yang aneh. Keanehan itu muncul
saat sadar ga ada upil buat nyemil pagi (canda). Tak dinyana (elahhh) selama di benua biru ini
terbebas dari itu, bahkan di kota Roma dan Barcelona yang udaranya tidak
sebagus di Amsterdam untuk ukuran Eropa. Upil menjadi barang langka saat di
eropa, upil sejajar dengan bunga Rafflesia
Arnoldi, langka. Maaf jorse sedikit.
Barcelona dan
sepakbola adalah dua hal yang saling melengkapi. Sepakbola di Barcelona tidak
hanya sebuah kesebelasan dengan jargon “mes que un club” yang rajin mengikuti kompetisi, tetapi sebuah entitas
kedaerahan dan kebanggan bangsa Catalan. Sebuah entitas yang juga memiliki
nilai dan prinsip layaknya sebuah keluarga.
Barcelona dan agama adalah
dua hal yang saling menghargai. Terdapat sebuah gereja yang sudah dirancang dan
dibangun sejak lama oleh Antoni Gaudi, dalam proses pengerjaannya sempat terhambat
karena perang saudara yang terjadi di Spanyol. Diktator Spanyol saat itu,
Jenderal Franco memberikan pengecualian untuk tidak menghancurkan gereja itu. Meskipun
letak gereja itu berada di wilayah Catalan, daerah yang dicap oleh penguasa
sebagai pemberontak Kerajaan Spanyol yang berpusat di Madrid.
Pengalaman liburan
ke Barcelona begini ceritanya (ala Kismis Caroline Zachrie)...
Masih di Italia, sempat bingung saat
di stasiun Aurelia tidak tersedia mesin penjual tiket kereta FR (Fast Regional)
ke bandara. Saat kereta yang ditunggu datang langsung naik saja, transit di
Trastevere lalu cari mesin penjual tiket berwarna hijau untuk ke bandara.
Sempat ikut ngantri, karena terlalu lama ngantri, tiba tiba penasaran coba
mesin di sebelah dan ternyata tiketnya ada. Mas berjaket kulit hitam mirip Andrea
Pirlo di depan ikut membantu wong ndeso
ini.
Pengalaman pertama naik pesawat Ryanair disambut dengan jarak antar kursi yang sangat sempit bahkan untuk ukuran orang Asia berpostur 170 cm. Kelebihan Ryanair, peraturan tentang barang bawaan tidak seribet Easyjet. Sebelum boarding, tanya ke bapak di belakang antrian untuk memastikan tujuan, bapak tadi tidak menjawab pesawat ini tujuan Barcelona tapi Catalonia, doi bangga sekali akan jati diri seorang Catalan...
Pramugari italia juga akan menemani perjalanan ke Barcelona sore hari itu. Perjalanan udara dari Roma ke Barcelona menempuh waktu satu setengah jam jelajah
Mendarat dengan mulus di Bandara El Prat jam tujuh malam waktu Barcelona. Ada ritual dan hal unik di pesawat Ryanair saat mendarat di kota tujuan. Ritualnya seluruh penumpang langsung bertepuk tangan dan berteriak dengan nada senang, lumayan menghibur untuk yang baru pertama kali naik pesawat ini
Kartu transportasi selama di Barcelona berlaku untuk metro dan bis (kecuali aerobus dan hop on-off), T-10 (bukan T-2 apalagi U2, penyanyi dong). Setibanya di bandara langsung cari stasiun untuk beli kartu ini di loket tiket stasiun. Kartu ini paling terjangkau dan bisa digunakan lebih dari satu orang. Setelah mendapatkan kartu ini, kembali ke tempat aerobus mangkal untuk menuju hostel. Berhubung tidak ada metro yang langsung dari bandara menuju ke pusat kota.
Setelah turun dari aerobus di Placa Catalunya dan lanjut turun stasiun metro Urquinaona dan ditunjukkin jalan oleh ibu yang super baik, ketemu juga hostel ini. Pegawainya ramah banget dan punya banyak saran, sembari mempersiapkan selimut dan mempersilahkan menyeduh teh / kopi dan apel secara gratis, doi berpesan katanya Barcelona itu cantik tapi kamu harus hati – hati banyak copet yang cantik dan ganteng disini…
Hostel ini menyediakan sarapan gratis, mulai dari muffin, biskuit, roti, sereal, susu dan jus jeruk. Lumayan buat memulai hari bertandang ke Camp Nou.
CampNou Experience, pengunjung dapat mengetahui sejarah berdirinya klub Barcelona, audio chant multimedia, memorabilia dan trofi yang dimiliki Barcelona, identitas Catalonia hingga Barcelona sebagai duta UNICEF. Beragam trofi yang dikoleksi tidak hanya berasal dari klub sepakbola tapi juga dari klub basket dan futsal milik Barcelona. Tempat ini juga memiliki ruang khusus untuk memuja dewa sepakbola bersama pencapaian pribadinya FIFA Ballon d’Or (pemain terbaik dunia). Lionel Messi, The greatest player of all time, The one and only…
The Big Ears from London 1992, Paris 2006, Roma 2009, London 2011. Saat kesana tahun 2014 masih ada empat trofi UCL beserta dipajang sepasang sepatu milik Juliano Belleti yang digunakan saat malam final penuh mukjizat di Paris 2006, tahun 2015 ini jadi lima setelah menang di Berlin dan percaya akan bertambah terus…
Pengalaman liburan ke Camp Nou. Pengunjung juga bisa duduk langsung di bangku penonton stadion Camp Nou ini. Selain itu bisa secara langsung mengunjungi ruang ganti para pemain tamu dan berfoto ria langsung di pinggir rumput stadion yang digunakan Gerard Pique cs ini. Blaugrana al vent, un critvalent
Ruang konferensi pers yang menjadi tempat wajib pewarta berita sebelum dan setelah pertandingan berlangsung. Ada cules muda sedang memegang trofi UCL, lucu…
Sepanjang lorong pemain ke arah lapangan, terdapat sebuah kapel yang sering digunakan para pemain Barcelona untuk beribadah, sayang kapel ini tertutup untuk umum.
Berawal dari
pertanyaan iseng ke salah satu staf stadion, “Apa ada kursi untuk pendukung Real
Madrid saat derby El Clasico di Camp
Nou?” jadi punya kenalan baru dan tukeran nomor whatsapp. Namanya Mr. Marc, doi pernah mengunjungi Bali dan Jakarta.
“Terimakasih” sudah berkunjung ke Camp Nou ujarnya…
Akhir
tur pengunjung akan diarahkan ke toko souvenir Barcelona ini, FC Botiga
Megastore.
Pernah
baca klo produk ZARA suka banting
harga di Barcelona, sebelum liat langsung belum percaya, dan ternyata bener ada
baju dijual seharga 2 - 5€. Bajunya juga masih bagus dan layak. Toko ini dekat
dari Camp Nou dan stasiun metro Collblanc.
Las Ramblas ini
tempat surga makanan dan surga pencopet. Baru pertama kali liat sepasang cowok
dewasa gandengan tangan…
Sagrada Familia, gereja yang sempat terhenti pengerjaannya saat perang saudara. Pengalaman
pertama melihat langsung Sagrada Familia karya Antoni Gaudi ini sangat membuat
mata bahagia.
Lengkap sudah
liburan di Barcelona menutup hari dengan segelas sangria.
Tips :
1. Tidur di Barcelona, pengalaman tidur hemat di hostel minimalis
Boun Moustache ini bisa diandalkan. Kelemahannya resepsionis tidak 24 jam dan
ada seorang laki (ga tau penjaga hostel apa bukan) ngobrol saat jam tidur. Bagi
yang tertarik melihat Arc de Triomf, bisa dengan jalan kaki dari hostel ini.
2. Makan Minum di Barcelona, pengalaman makan hemat di dekat
hostel terdapat kebab halal yang jual orang Pakistan, porsi segambreng orang Eropa harga masuk akal
orang Asia. Penasaran coba sangria? Di sekitar metro Urquinaona ada yang jual, endesss. Di dekat loket penjual tiket
pertandingan (bukan tiket Camp Nou Experience) ada drinking water spot.
3. Transportasi di Barcelona, pengalaman beli kartu T-10 di
Barcelona sudah bisa menjangkau mayoritas objek wisata disana. Dibalik kartu ini nanti tertera nomor sudah
berapa kali kartu ini digunakan setelah divalidasi, maksimal hingga sepuluh
kali penggunaan. Kartu ini tersedia di mesin penjual tiket setiap stasiun
metro. Setelah membeli tiket aerobus
dari bandara menuju Placa Catalunya, biasanya mereka memberikan kupon diskon touristcheck, lumayan bisa dapat
potongan harga 2€ untuk membeli tiket Camp Nou Experience.
0 komentar:
Posting Komentar